(Sebuah Sajak Mengingati Syuhada Perang di Iraq)
Jangan tidur sahabatku,
ketika mimpi ngeri anak kecil
didatangi Kashmir dikerudung duka,
nafasnya kencang...rindukan ayah bonda
ketika biru langit seakan merah
dan berapungan uncang nyawa
sesudah menyebut Ilahi - nyawa pergi
di hujung senapang menanti Izrail
"lah'ilahailallah" - syahidlah seorang hamba
ditelan debu sunyi.
Sementara nisan ayahanda berdiam
sesudah Baitul Maqdis lengang - dikunyah cemas
bayi-bayi belum bernama
tanpa dikafan kuburnya digali
sedang ibunya diramas hiba
keduanya hilang tanpa ada waktu berpesan
Masih Baghdad merindui redupnya
didoa ke langit moga masih membiru
meskipun angin Barat
memberi tanda taufan mengulung
bakal diamuk halintar
sementara petir sambar menyambar
dan hati bak mengecil dek goncang goncangan
dilihat Izrail ada di mana-mana
barangkali siang ini tertidur
dan besoknya bangkit dikejut dua malaikat
dalam mimpi tersenyum keduanya
di manzilah-manzilahnya kami disambut mesra.
Anjan Ahzana
Universiti Malaya 2003
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)


Tiada ulasan:
Catat Ulasan